Dendam Santet, Dukun Berserta Istrinya Bakar Dua Dukun Lainnya, Sebelumnya Diberi Minum Racun... 

Ahad, 20 Januari 2019 | 15:28:42 WIB
Mayat salah satu korban dievakuasi aparat kepolisian dan warga.Foto: kumparan

PASURUAN (RIAUSKY.COM)- Warga Desa Jati Gunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, digemparkan atas penemuan dua mayat laki-laki dalam kondisi terikat dan sekujur tubuhnya hangus terbakar pada Ahad(20/1/2019) pagi. 

Kondisi kedua korban sungguh mengenaskan, karena sebagian tubuh mereka hangus terbakar. Sementara, kedua tangan korban tampak terikat tali. 

Kedua korban diduga adalah korban kekejaman M. Dhofir (59), Nanik Purwanti (30), pasangan dukun setempat yang menaruh dendam terhadap kedua korban.

Bisik-bisik yang berkembang, pembunuhan tersebut terkait dugaan santet yang dilakukan kedua korban kepada kedua pelaku. 

Tak terima diprlakukan begitu, kedua pelaku membuat rencana jahat guna membunuh keduanya dengan modus mengundang keduanya datang ke rumah pelaku dalam rangka selamatan. 

Naas, bukannya selamatan, begitu tiba di rumah pelaku, keduanya diberikan minuman berupa jamu yang ternyata di dalamnya sudah dicampuri racun.

Keduanya pun terkapar tak sadarkan diri lantas diikat.

Dalam kondisi itu, keduanya benar-benar tak berdaya. 

Keduanya ditemukan warga hngus terbakar setelah warga curiga melihat api membesar di sekitar gubuk tempat tinggal pelaku. 

Warga kaget dan terheran-heran dengan keberadaan dua sosok mayat tersebut dan melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian.

"Kami tim Jatanras Polres Pasuruan di-backup oleh Polsek Wonorejo telah mengungkap pembunuhan terhadap dua orang laki-laki dalam keadaan terikat yang terjadi di Desa Jati Gunting," kat Hardi, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/1/2019).

Hardi mengatakan empat orang yang ditangkap adalah M. Dhofir (59), Nanik Purwanti (30), Zainudin (30), Munifa binti Ruslan (20). Adapun identitas dua korban itu adalah Sya'roni (58) dan Imam Sya'roni (70). Keduanya merupakan warga Kecamatan Rembang dan Kecamatan Kraton.

Hardi mengatakan atas kesaksian warga, pelaku berprofesi sebagai dukun. 

"Warga menyebut ini dukun. Diduga pelaku sakit hati kepada korban. Pelaku pernah sakit karena disantet oleh korban," ujar dia. 

Diduga korban merupakan juga merupakan dukun yang pernah menyantet pelaku.(R05)

Terkini